LINGKUNGAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

Membawa kelas atau para siswa keluar kelas dalam rangka kegiatan belajar tidak terbatas oleh waktu. Artinya tidak selalu mamakan waktu yang lama, tapi bisa saja dalam satu atau dua jam pelajaran bergantung kepada apa yang akan dipelajarinya dan bagaimana cara mempelajarinya. Banyak keuntungan yang diperoleh dari kegiatan mempelajari lingkungan dalam proses belajar antara lain :

  1. Kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan siswa duduk di kelas berjam-jam, sehingga motivasi belajar siswa akanlebih tinggi.
  2. Hakikat belajar akan lebih bermakna sebab siswa duhadapkan dengan situasi dan keadaan yang sebenarnya atau bersifat alami.
  3. Bahan-bahan yang dapat dipelajari lebih kaya serta ebih factual sehingga kebenarannya lebih akurat.
  4. Kegiatan belajar siswa lebih komprehensif dan lebih aktif sebab dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mengamati, wawancara, menguji fakta dan lain-lain
  5. Sumber belajar menjadi lebih kaya sebab lingkungan yang dapat dipelajari bisa beraneka ragam seperti lingkungan social, lingkungan alam, ingkungan buatan dan lain-lain.
  6. Siswa dapat memahami dan mengahayati aspek-aspek kehidupan yang ada di lingkungannya, sehingga dapat membentuk pribadi yang tidak asing dengan kehidupan di sekitarnya

Berbagai bidang studi yang dipelajari siswa di sekolah hampir bisa dupelajari dari lingkungan seperti ilmu-ilmu sosial, ilmu pengetahuan alam, bahasa kesenian dan lain-lain. Beberapa kelemahan dan kekurangan sering terjadi dalam pelaksanaan berkisar pada teknis pengeturan waktu dan kegiatan belajar. Misalnya:

  1. Kegiatan belajar kurang dipersiapakan sebelumnya yang menyebabkan pada waktu siswa I dibawa ke tujuan tidak melakukan kegiatan belajar yang diharapkan sehingga ada kesan main-main. Kelemahan ini bisa diatasi dengan persiapan yang matang sebelum kegiatan itu dilaksanakan.
  2. Ada kesan dari guru dan siswa bahwa kegiatan mempelajari lingkungan memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga menghabiskan waktu untuk belajar di kelas. Kesan ini keliru sebab kunjungan ke kebun sekolah untuk mempelajari keadaan tanah, jenis tumbuhan dan lain-lain cukup dilakukan beberapa menit, selanjutnya kembali ke kelas untuk membahas lebih lanjut apa yang telah dipelajari.
  3. Sempitnya pandangan guru bahwa kegiatan belajar hanya terjadi di dalam kelas. Ia lupa bahwa tugas belajar siswa dapat dilakukan di luar jam kelas atau pelajaran baik secara individual maupun kelompok dan satu di antaranya dapat dilakukan dengan mempelajari keadaan lingkungan.

 

  •  Teknik Menggunakan Lingkungan

Ada beberapa cara bagaimana mempelajari lingkungan sebagai media dan sumber belajar.

  1. Cara pertama dengan survey, yakni siswa mengunjungi lingkungan seperti masyarakat setempat untuk mempelajari proses sosial, budaya, ekonomi, kependudukan, dan lain-lain.
  2. Cara kedua dengan kemping atau berkemah. Kemah memerlukan waktu yang cukup sebab siswa harus dapat menghayati bagaimana kehidupan alam seperti suhu, iklim, suasana, dan lain-lain. Siswa dituntut merekam apa yang ia alami, rasakan, lihat dan kerjakan selama kemah berlangsung.
  3. Cara ketiga adalah karyawisata. Dalam pengertian pendidikan karyawisata adalah kunjungan siswa keluar kelas untuk mempelajari obyek tertentu sebagai integral dari kegiatan kurikuler di sekolah. Sebelumnya karyawisata dilakukan siswa, sebaiknya direncanakan objek yang akan dipelajari dan cara mempelajarinya serta kapan sebaiknya dipelajari. Obyek karyawisata harus relevan dengan bahan pegejaran misalnya museum untuk pelajaran sejarah.
  4. Cara keempat dengan praktek lapangan. Pratek lapangan dilakukan oleh para siswa untuk memperoleh keterampilan dan kecakapan khusus. Misalnya siswa SPG diterjunkan ke sekolah dasar untuk melatih kemampuan mengajar.
  5. Cara kelima mengundang manusia sumber atau nara sumber. Berbeda dengan cara yang telah dijelaskan sebelumnya. Jika pada cara sebelumnya kelas dibawa ke masyarakat, pada nara sumber megundang tokoh masyarakat ke sekolah untuk memberikan penjelasan mengenal keahliannya di hadapan para siswa. Misalnya mengundang dokter atau mantra kesehatan untuk menjelaskan berbagai penyakit.
  6. Cara keenam melalui proyek pelayanan dan pengabdian pada masyarakat. Cara ini dilakukan apabila sekolah (guru dan siswa secara bersama-sama melakukan kegiatan memberikan bantuan kepada masyarakat seperti pelayanan, penyuluhan, partisiasi dan lain-lain. Proyek pelayanan pada masyarakat mengandung manfaat yang baik bagi para siswa maupun bagi masyarakat setempat.
    1.  Jenis Lingkungan Belajar
    2. Lingkungan sosial

Lingkungan sosial sebagai sumber belajar berkenaan dengan interaksi manusia dengan kehidupan bermsyarakat, seperti organisasi social, adata dan kebiasaan, mata pencaharian, kebudayaan, pendidikan, kependudukan, struktur pemerintahan, agama, dan system nilai. Lingkungan social tepat digunakan untuk mempelajari ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan.

  1. Lingkungan alam

Lingkungan alam berkenaan dengansegala sesuatu yang sifatnya alamiah seperi keadaan geografis, iklim, suhu udara, musim, curah hujan, flora, fauna dan lain-lain. Lingkungan alam ini tepat digunakan pada bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam.

Dengan mempelajari lingkungan alam diharapkan para siswa dapat lebih memahami materi pelajaran di sekolah serta dapat menumbuhkan cinta alam, kesadaran untk menjaga dan memelihara lingkungan, turut serta tetap menjaga kelestarian kemampuan sumber daya alam bagi kehidupan manusia.

       2. Lingkungan buatan

Disamping lingkungan social dan lingkungan alam yang sifatnya alami, ada juga yang disebut lingkungan buatan yakni lingkungan yang sengaja dibuat manusia untuk tujuan tertentu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Lingkungan buatan antara lain irigasi, bendungan, pertamanan, kebun binatang dan lain-lain.

Siswa dapat mempelajari lingkungan buatan dari berbagai aspek seperti prosesnya, pemanfaatannya, fungsinya, pemeliharaannya serta aspek yang lain yang berkenaan dengan pembangunan dan kepentingan manusiadan masyarakat pada umumnya. Kegiatan lingkungan diatas dapat dimanfaatkan sekolah dalam proses belajar mengajar melalui perncanaan yang saksama oleh para guru bidang studi baik secara sendiri-sendiri ataupun bersama-sama.

Advertisements

ARSITEKTUR BERKELANJUTAN

Dua hal penting dalam konsep keberlanjutan ini yaitu kebutuhan dan generasi mendatang sehingga berkelanjutan perlu memperhatikan

a.      Konsep kebutuhan. Menciptakan kondisi yang menjaga terpenuhinya kebutuhan hidup yang memedai bagi seluruh masyarakat.

b.      Konsep keterbatasan. Menjaga kapasitas lingkungan untuk memenuhi kebutuhan saat ini akan datang.

 

Tujuan pembangunan ekonomi dan social harus dituangkan dalam gagasan berkelanjutan. Terdapat empat syarat yang harus dipenuhi bagi suatu proses pembangunan yang berkelanjutan

a.      Menempatkan suatu kegiatan dan proyek pembangunan pada lokasi yang secara ekologis benar.

b.      Pemanfaatan sumberdaya terbarukan (renewable resources ) tidak boleh melebihi potensi lestarinya

c.       Pembuangan limbah industri dan rumah tangga dan rumah tangga tidak boleh melebihi kapasitas asimilasi pencemaran

d.      Perubahan fungsi ekologis tidak boleh melebihi kapasitas daya dukung lingkungan.

 

Arsitektur berkelanjutan adalah arsitektur yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Proses berkelanjutan arsitektur meliputi keseluruhan siklus masa suatu bangunan mulai dari proses pembangunan, pemanfaatan, pelestarian dan pembongkaran bangunan.

Visi arsitektur berkelanjutan :

·         Mengurangi emisi gas rumah kaca

·         Mementingkan sisi kualitas daripada kuantitas hidup

 

3 aspek utama dalma konsep berkelanjutan

·         Kemajuan social

·         Pertumbuhan ekonomi

·         Keseimbangan ekologi

 

Tindakan untuk mendukung konstruksi berkelanjutan

Limbah produksi

Penggunaan air

Pengguanaan energy saat bangunan dipakai

Pengelolaan limbah

 

Arsitektur berkelanjutan mempunyai uraian seperti :

Efisiensi penggunaan energy

Efisiensi penggunaan lahan

Efisiensi penggunaan material

Penggunaan teknologi dan material terbarukan

Manajemen limbah

Bangunan Berkelanjutan

Sustainable building tidak terlepas dari konsep sustainable development yaitu bahwa setiap pembangunan suatu konstruksi bangunan maka perlu perhatikan 3 pilar :

·         Keberlanjutan lingkungan

·         Keberlanjutan ekonomi

·         Keberlanjutan social

 

Tujuan sustainability building

Menyelamatkan manusia dan lingkungan

Menunjukan komitmen kota terhadap lingkungan, ekonomi dan pelayanan social.

Menghasilkan penghematan dana bagi pembangunan

Menyediakan lingkungan kerja yang sehat bagi staf dan pengunjung

Mempercepat tujuan kota

 

Kontruksi Berkelanjutan

Manfaat dari konstruksi berkelanjutan adalah menciptakan kehidupan yang berkualitas, seperti penghematan energy, kualitas lingkungan yang baik.

Ada 6 prinsip dalam konstruksi berkelanjutan, yaitu :

1.      Meminimalkan konsumsi sumber daya

2.      Memaksimalkan pemanfaatan kembali

3.      Menggunakan sumber daya yang terbarukan

4.      Melestarikan lingkungan

5.      Menciptakan lingkungan yang sehat

6.      Menjadikan kualitas sebagai tujuan dalam membangun

Bahan Bangunan Berkelanjutan

Prinsip utama dalam pemilihan bahan bangunan yang berkelanjutan dalah memaksimalkan penggunaan sumber daya yang dapat diperbaharui dan penggunaan kembali bahan yang masih boleh digunakan untuk mengurangi limbah dan mengurangi kawasan landfill untuk tempat pembuangan sampah.

  • Pemilihan bahan bangunan yang ramah lingkungan ada beberapa factor

·         Bahan bangunan itu dapat dipakai kembali

·         Materialnya asli

·         Energinya diwujudkan

·         Produksi material

·         Efek racun dari material bangunan

·         Umur produksi

·         Memprioritaskan material alami

 

  • Menggunakan bahan bangunan alami

·         Jerami

·         Bamboo

MODUL MEDIA PEMBELAJARAN

MEDIA PEMBELLAJARAN (LINGKUNGAN SEBAGAI MEDIA PEMB)

MEDIA PEMBELAJARAN (GAMBAR FOTOGRAFI)

MEDIA PEMBELAJARAN (MEDIA GRAFIS)

ARSITEKTUR BENTANG LEBAR

A.   Pengertian Bangunan Bentang Lebar      

Bangunan bentang lebar merupakan bangunan yang memungkinkan penggunaan ruang bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin. Bangunan bentang lebar secara umum terdiri dari 2 yaitu bentang lebar sederhana dan bentang lebar kompleks. Bentang lebar sederhana berarti bahwa konstruksi bentang lebar yang ada dipergunakan langsung pada bangunan berdasarkan teori dasar dan tidak dilakukan modifikasi pada bentuk yang ada. Sedangkan bentang lebar kompleks merupakan bentuk struktur bentang lebar yang melakukan modifikasi dari bentuk dasar, bahkan kadang dilakukan penggabungan terhadap beberapa sistem struktur bentang lebar.

Guna dan fungsi bangunan bentang lebar dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang membutuhkan ruang bebas kolom yang cukup besar, seperti untuk kegiatan olah raga berupa gedung stadion, pertunjukan berupa gedung pertunjukan, audiotorium dan kegiatan pameran atau gedung exhibition.

Struktur bentang lebar, memiliki tingkat kerumitan yang berbeda satu dengan lainnya. Kerumitan yang timbul dipengaruhi oleh gaya yang terjadi pada struktur tersebut.

Dalam Schodek 1998, struktur bentang lebar dibagi ke dalam beberapa sistem struktur yaitu :

  1. Struktur Rangka Batang dan Rangka Ruang.
  2. Struktur Furnicular, yaitu kabel dan pelengkung
  3. Struktur Plan dan Grid
  4. Struktur Membran meliputi Pneumatik dan struktur tent (tenda) dan net (jarring)
  5. Struktur Cangkang

Sedangkan Sutrisno 1989, membagi ke dalam 2 bagian yaitu :

  • Struktur ruang, yang terdiri atas :

–          Konstruksi bangunan petak (Struktur rangka batang)

–          Struktur rangka ruang

 

  • Struktur permukaan bidang, terdiri atas :

–          Struktur Lipatan

–          Struktur Cangkang

–          Membran dan Struktur Membran

–          Struktur Pneumatik

  • Struktur Kabel dan Jaringan

 

B.   Pengelompokan Struktur Bentang Lebar

Secara umum bangunan bentang lebar terbagi atas empat sistem struktur, yaitu :

a. Form Active Structure System

1.    Cable System (Sistem Struktur Kabel)

Prinsip dasar dari  struktur kabel adalah penahanan  beban oleh sebuah elemen yang berfungsi sebagai penarik. Gaya yang bekerja pada kabel adalah gaya vertikal dan gaya horizontal dengan asumsi  bahwa kabel selalu berada dalam keadaan miring. Gaya vertikal yang bekerja pada berbagai macam jenis kabel dengan berbagai bentangan yang sama dan tinggi yang berada adalah selalu sama, sedangkan gaya horizontalnya akan selalu berubah tergantung tingginya. Semakin tinggi tiangnya, semakin kecil sudut kabel terhadap tiang utamanya, maka semakin kecil gaya horizontalnya.

2. Tent System (Sistem Struktur Tenda)

Tenda atau membran adalah struktur permukaan fleksibel tipis yang memikul beban dengan mengalami terutama tegangan tarik. (Sumber: Struktur. Daniel L. Schodek:431)

Struktur membran sangat sensitif terhadap tekanan angin yang dapat mengakibatkan kibaran pada permukaan dan perubahan bentuk yang terjadi.

Supaya tidak terjadi kibaran, dilakukan cara dengan memberikan tekanan dari dalam membran (internal rigid structures) dengan cara memberikan volume dalam membran sampai pada batas maksimal yang juga didukung oleh sistem- sistem peregangan sehingga sifat permukaan struktur membrann menjadi kaku.

3. Pneumatic System

Struktur pneumatik biasanya digunakan untuk konstruksi pneumatik khusus yang digunakan pada gedung. Ada dua kelompok utama pada struktur pneumatik: struktur yang ditumpu udara (air-suported structure) dan struktur yang digelembungkan udara (air-infalated structure). Struktur yang ditumpu udara terdiri atas satu membran (menutup ruang yang beguna secara fungsional) yang ditumpu oleh perbedaan tekanan internal kecil.

Struktur yang digelembungkan udara ditumpu oleh kandungan udara bertekanan yang menggelembungkan elemen-elemen gedung. Volume internal udara gedung tetap sebesar tekanan udara Struktur yang digelembungkan udara mepunyai mekanisme pikul beban yang lain. Uadara yang ditekan digunakan untuk menggelembungkan bentuk-bentuk (misalmya pelengkung, dinding, ataukolom) yang digunakan untuk penutup gedung.

Ada dua jenis utama dari struktur yang digelembungkan udara yang banyak digunakan, yaitu struktur rib tergelembung dan struktur dinding rangkap. Untuk mendapat kestabilan, struktur yang digelembungkan udara biasanya memerlukan tekanan tekanan yang lebih besar dari pada yang dbutukkan oleh struktur yang ditumpu udara. Hal ini karena karena tekanan internal tidak dapat langsung digunakan untuk mengimbangi beban eksternal, tetapi harus digunakan untuk memberi bentuk pada struktur. Pada umumnya,sistem struktur yang ditumpu udara dapat mempunyai bentang lebih besar daripada struktur yang digelembungkan.

4. Arch System

Sistem struktur busur termasuk golongan struktur funikular karena telah  digunakan bangsa Romawi dan Yunani, terutama untuk membuat bangunan yang memerlukan bentangan yang besar/luas. Pada zaman itu  maupun saat ini sistem struktur busur dibuat dengan bahan padat yaitu batu, atau batu buatan/bata/masonry. Juga dikembangkan dengan menggunakan bahan bangunan yang modern dari kayu, besi/baja.

Busur menggunakan sendi lebih dari tiga sudah tidak stabil laggi dan dapat mengakibatkan keruntuhan. Oleh karena itu jika ingin memperoleh struktur busur dengan kekuatan struktur yang baik tanpa mengalami tekuk (bending) dapat digunakan pengikat (bracing) pada bagian dasarnya. Bahan pengikat tergantung dari dimensi ketebalan busur dan luas bentang busur dapat dibuat dari kabel, baja, besi, kayu maupun beton.

b. Bulk Active Structure System

1. Beam System

Struktur yang dibentuk dengan cara meletakkan elemen kaku horisontal di atas elemen kaku vertikal. Elemen horizontal (balok) memikul beban yang bekerja secara transversal dari panjangnya dan menyalurkan beban tersebut ke elemen vertikal (kolom) yang menumpunya. Kolom dibebani secara aksial oleh balok, dan akan menyalurkan beban tersebut ke tanah. Balok akan melentur sebagai kibat dari beban yang bekerja secara transversal, sehingga balok sering disebut memikul beban secara melentur. Kolom tidak melentur ataupun melendut karena pada umumnya mengalami gaya aksial saja. Pada suatu bangunan struktur balok dapat merupakan balok tungga di atas tumpuan sederhana ataupun balok menerus. Pada umumnya balok menerus merupakan struktur yang lebih menguntungkan dibanding balok bentangan tunggal di atas dua tumpuan sederhana.

2. Frame System

Frame system atau sistem struktur rangka adalah sistem struktur yang terdiri dari batang-batang yang panjangnya jauh lebih besar dibandingkan dengan ukuran penampangnya Bentuk kontruksi rangka adalah perwujudan dari pertentangan antara gaya tarik bumi dan kekokohan; dan kontruksi rangka yang modern adalah hasil penggunaan baja dan beton secara rasional dlm bangunan.

Kerangka ini terdiri atas komposisi dari kolom-kolom dan balok-balok. Unsur vertikal, berfungsi sebagai penyalur beban dan gaya menuju tanah, sedangkan balok adalah unsur horizontal yg berfungsi sebagai pemegang dan media pembagian lentur. Kemudian kebutuhan-kebutuhan terhadap lantai, dinding dan sebagainya untuk melengkapi kebutuhan bangunan untuk hidup manusia, dapat diletakkan dan ditempelkan pada kedua elemen rangka bangunan tsb diatas.

Jadi dapat dinyatakan disini bahwa rangka ini berfungsi sebagai struktur bangunan dan dinding-dinding atau elemen lainnya yg menempel padanya merupakan elemen yg tidak struktural. Bahan- bahan yg dapat dipakai pada struktur ini adalah kayu, baja, beton atau lain-lain bahan yg tahan terhadap gaya tarik, tekan, punter, dan lentur. Umtuk masa kini banyak digunakan baja dan beton yg mampu menahan gaya-gaya tsb dalam skala besar.

3. Beam Grid and Slab System

Struktur balok grid terdiri atas balok-balok yang saling bersilangan, dengan jarak yang relatif rapat, yang menumpu pelat atas yang tipis. Sistem ini dimaksudkan untuk mengurangi berat sendiri pelat, sehingga lendutan dari pelat yang besar dapat dikurangi. Sistem ini dinilai efisien untuk bentangan besar dan juga dapat didesain sesuai selera.

a) Struktur Plat

(1) Struktur Plat Satu Arah

Beberapa hal perlu menjadi perhatian dalam pembahasan struktur plat satu arah, yaitu:

Beban Merata

Struktur plat berperilaku hampir sama dengan struktur grid. perbedaannya adalah bahwa pada struktur plat, berbagi aksi terjadi secara kontinu melalui bidang slab, bukan hanya pada titik- titik tumpuan. Plat tersebut dapat dibayangkan sebagai sederetan jalur balok yang berdekatan dengan lebar satu satuan dan terhubung satu sama lain di seluruh bagian panjangnya.

Beban Terpusat

Plat yang memikul beban terpusat berperilaku lebih rumit. Plat tersebut dapat dibayangkan sebagai sederetan jalur balok yang berdekatan dengan lebar satu satuan dan terhubung satu sama lain di seluruh bagian panjangnya. Karena adanya beban yang diterima oleh jalur balok, maka balok cenderung berdefleksi ke bawah. Kecenderungan itu dikurangi dengan adanya hubungan antara jalurjalur tersebut. Torsi juga terjadi pada jalur tersebut. Pada jalur yang semakin jauh dari jalur dimana beban terpusat bekerja, torsi dan geser yang terjadi akan semakin berkurang di jalur yang mendekati tepi plat. Hal ini berarti momen internal juga berkurang. Jumlah total reaksi harus sama dengan beban total yang bekerja pada seluruh arah vertikal. Jumlah momen tahanan internal yang terdistribusi di seluruh sisi plat juga harus sama dengan momen eksternal total. Hal ini didasarkan atas tinjauan keseimbangan dasar.

Plat Berusuk

Plat berusuk adalah sistem gabungan balok-slab. Apabila slab mempunyai kekakuan yang relatif kaku, maka keseluruhan susunan ini akan berperilaku sebagai slab satu arah, bukan balok- balok sejajar. Slab transveral dianggap sebagai plat satu arah menerus di atas balok. Momen negatif akan terjadipada slab di atas balok.

(2) Struktur Plat Dua Arah

Bahasan atas struktur plat dua arah akan dijelaskan berdasarkan kondisi tumpuan yang ada, yaitu sebagai berikut:

– Plat sederhana di atas kolom

– Plat yang ditumpu sederhana di tepi-tepi menerus

– Plat dengan tumpuan tepi jepit menerus

– Plat di atas balok yang ditumpu kolom

b) Struktur Grid

Pada struktur grid, selama baloknya benar-benar identik, beban akan sama di sepanjang sisi kedua balok. Setiap balok akan memikul setengah dari beban total dan meneruskan ke tumpuan. Apabila balok-balok tersebut tidak identik maka bagian terbesar dari beban akan dipikul oleh balok yang lebih kaku. Apabila balok mempunyai panjang yang tidak sama, maka balok yang lebih pendek akan menerima bagian beban yang lebih besar dibandingkan dengan beban yang diterima oleh balok yang lebih panjang. Hal ini karena balok yang lebih pendek akan lebih kaku. Kedua balok tersebut akan mengalami defleksi yang sama di titik pertemuannya karena keduanya dihubungkan pada titik tersebut. Agar defleksi kedua balok itu sama, maka diperlukan gaya lebih besar pada balok yang lebih pendek. Dengan demikian, balok yang lebih pendek akan memikul bagian beban yang lebih besar. Besar relatif dari beban yang dipikul pada struktur grid saling tegak lurus, dan bergantung pada sifat fisis dan dimensi elemen-elemen grid tersebut. Pada grid yang lebih kompleks, baik aksi dua arah maupun torsi dapat terjadi. Semua elemen berpartisipasi dalam memikul beban dengan memberikan kombinasi kekuatan lentur dan kekuatan torsi. Defleksi yang terjadi pada struktur grid yang terhubung kaku akan lebih kecil dibandingkan dengan defleksi pada struktur grid terhubung sederhana.

C. Vector Active Structure System

1. Flat Truss System (rangka batang bidang)

Susunan elemen-elemen linear yang membentuk segitiga atau kombinasi segitiga yang secara keseluruhan berada di dalam satu bidang tunggal.

2.Curved Truss System

Merupakan kombinasi dari struktur rangka batang rata yang membentuk lengkungan. Sistem struktur rangka bentang lengkung ini sering disebut juga sistem fame work. Sistem ini dapat mendukung beban atap smpai denganbentang 75 meter, seperti pada hanggar bangunan pesawat, stadion olah raga, bangunan pabrik, dll.

3. Space Truss System (rangka batang ruang)

Susunan elemen-elemen linear yang membentuk segitiga atau kombinasi segitiga yang secara keseluruhan membentuk volume 3 dimensi (ruang).Sering disebut juga sebagai space frame.

Space frame  atau sistem rangka ruang adalah sistem struktur rangka tiga dimensi yang membentang dua arah, di mana batang-batangnya hanya mengalami gaya tekan atau tarik saja. Sistem tersebut merupakan salah satu perkembangan sistem struktur batang.

Struktur rangka ruang merupakan susunan modul yaang diatur dan disusun berbalikan antara modul satu dengan modul lainnya sehingga gaya-gaya yang terjadi menjalar mengikuti modul-modul yang tersusun. Modul ini satu sama lain saling mengatkan, sehingga sistem struktur ini tidak mudah goyah.

D. Surface Active Structure System

1.Prismatic Folded Structure System

Struktur bidang lipat merupakan bentuk struktur yang memiliki kekakuan satu arah yang diperbesar dengan menghilagkan permukaan planar sama sekali dan membuat deformasi besar pada pelat sehingga tinggi struktural pelat semakin besar.

Karakteristik suatu struktur bidang lipat adalah masing- masing elemen pelat berukuran relatif rata (merupakan sederetan elemen tipis yang saling dihubungkan sepanjang tepinya).

Struktur bidang lipat akan mengusahakan sebanyak mungkin material terletak jauh dari bidang tengah stuktur. Elemen pelat lipat ini mempunyai kapasitas pikul beban besar hanya jika tekuk lateral daerah yang tertekan dapat dicegah sehingga daerah tekan pada setiap pelat akan selalu dapat dikekang pelat sebelahnya.

Bentuk bidang lipat mempunyai kekuatan yang lebih besar dari bidang datar karena momen energinya lebih besar.

2.Pyramidal Folded Structure System

Bentuk piramidal yaitu bentuk lipatan yang  terdiri dari bidang lipatan yang berbentuk segitiga.

3.Rotational Shell System

Rotational Shell System adalah bidang yang diperoleh bilamana suatu garis lengkung yang datar diputar terhadap suatu sumbu. Shell dengan permukaan ratisional dapat dibagi tiga yaitu, Spherical Surface, Elliptical Surface, Parabolic Surface.

4.Anticlastic Shell System

Struktur bidang  lengkung rangkap berbalikan merupakan suatu bentuk pelana dengan arah lengkungan yang berbeda pada setiap arahnya. Struktur bidang lengkung rangkap berbalikan dapat dibagi menjadi beberapa macamtipe.

MEDIA GRAFIS

Webster mendefiniskan Graphics sebagai seni atau ilmu menggambar, terutama penggambaran mekanik. Dalam pengertian media visual, istilah Graphics atau Graphics Materials mempunyai arti yang lebih luas, bukan hanya sekedar menggambar.

Definisi tersebut dipadukan dengan pengertian praktis, maka grafis sebagai media, dapat mengkomunikasikan fakta-fakta dan gagasan-gagasan secara jelas dan kuat melalui perpaduan antara pengungkapan kata-kata dan gambar. Pengungkapan itu bisa berbentuk diagram, sket atau grafik. Jadi grafik meliputi berbagai bentuk visual terutama gambar.

Jenis media grafis terdiri atas:

a.  Bagan

Istilah bagan meliputi berbagai jenis presentasi grafis seperti peta, grafik, lukisan, diagram poster, dan bahkan kartun. Dalam hubungan ini bagan didefinisikan sebagai kombinasi antara media grafis dan gambar foto yang dirancang untuk memvisualisasikan secara logis dan teratur mengenai fakta pokok atau gagasan. Fungsi utama dari bagan adalah menunjukkan hubungan, perbandingan, jumlah relatif, perkembangan, proses, klasifikasi, dan organisasi.

 

bagan alir

contoh bagan

 

Ada beberapa macam jenis bagan, diantaranya adalah bagan pohon, bagan alir, bagan arus, dan bagan tabel.

a.1. Bagan Pohon

Sesuai dengan namanya, bagan pohon dikembangkan dari dasar yang terdiri atas beberapa akar menuju batang tunggal. Kemudian cabang-cabang pohon tersebut menggambarkan perkembangan serta hubungan.

 bagan pohon2

contoh bagan pohon

 

a.2. Bagan Alir

Merupakan kebalikan dari bagan pohon yang berfungsi untuk mempertujukkan, bagaimana berbagai unsur penting dikombinasikan sehingga membentuk satu produksi dikenal sebagai bagan alir.

 bagan alir2

contoh bagan alir

a.3. Bagan Arus

Bagan arus adalah bagan yang memperlihatkan bagaimana suatu urutan proses berlangsung.

 bagan arus1

contoh bagan arus

a.4. Bagan Tabel

Bagan tabel adalah bagan yang mempertunjukkan suatu data dan informasi.

 bagan tabel

contoh bagan tabel

 

b.  Diagram

 

Diagram adalah suatu gambaran sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan hubungan timbal balik terutama dengan garis-garis. Bahkan diagram lebih unggul dari bagan. Sebuah bagan yang baik adalah sangat sederhana yakni hanya bagian-bagian terpenting saja yang diperlihatkan.

 

c.  Grafik

 

Grafik mungkin dapat didefinisikan sebagai penyajian data berangka. Suatu tabel gambar dapat mempunyai nilai informasi yang sangat berfaedah, namun grafik dari data yang sama menggambarkan intisari informasi sekilas akan lebih efektif. Grafik menggambarkan hubungan hubungan penting dari suatu data. Tujuan umum membuat grafik adalah untuk memperlihatkan perbandingan informasi kualitatif dengan cepat dan sederhana.

Ada beberapa macam grafik yang paling umum digunakan adalah grafik garis, batang, lingkaran, dan gambar.

c.1. Grafik Garis

Grafik garis adalah grafik yang paling tepat dari semua jenis grafik, terutama dalam melukiskan kecenderungan-kecenderungan atau menghubungkan dua rangkaian data.

DIAGRAM GARIS

Contoh grafik garis

 

c.2. Grafik Batang

Grafik batang sangat mudah untuk dibuat. Tiap kelompok data yang dibagian, digambarkan oleh sejumlah batang, baik secara horizontal maupun vertikal. Panjangnya batang melukiskan besarnya persentase data. Grafik batang paling bermanfaat bilamana sejumlah nilai yang akan diperbandingkan relatif sedikit, umumnya tidak lebih dari delapan atau enam jalur.

 btang

Contoh grafik batang

c.3. Grafik Lingkaran

Grafik lingkaran adalah lingkaran sektor-sektor yang digunakan untuk menggambarkan bagian-bagian dari suatu keseluruhan. Ada dua ciri umum dari grafik lingkaran, yaitu (1) grafik itu selalu menunjukkan jumlah atau keseluruhan jumlah, (2) bagian-bagiannya atau segmennya dihitung dalam persentase atau bagian-bagian pecahan dari keseluruhan.

ling

Contoh grafik lingkaran

 

d.  Poster

Poster di definisikan sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat, tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya.

Karakteristik poster yang baik adalah harus dinamis, menonjolkan kualitas. Kesederhanaan desain dan sedikit kata-kata yang dipergunakan mencirikan poster-poster yang berwatak kuat. Poster yang efektif pada umumnya enak dipandangwalaupun tidak perlu nyata dalam kejadian yang sangat dramatik seperti perang., keselamatan lalu lintas, bahaya kebakaran dan semacamnya. Komposisi, warna, dan teknik adalah unsur pokok didalam penyajian poster yang efektif.

Kegunaan poster adalah antara lain:

–          Untuk motivasi

–          Sebagai peringatan

–          Pengalaman yang kreatif

images poster 1

Contoh poster

 

e.  Kartun

Kartun adalah penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang, gagasan, atau situasi yang didesain untuk mempengaruhi opini masyarakat.

Karakteristik kartun yang penting dan baik adalah hanya yang mengandung satu gagasan saja. Ciri khas kartun memakai karikatur, sindiran yang dilebih-lebihkan, perlambang dan humor pilihan.

Kegunaan kartun

–          Untuk motivasi

–          Sebagai ilustrasi

–          Untuk kegiatan siswa

pendidikanmahal

Contoh gambar kartun

 

f.   Komik

Komik dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu cerita dalam urutan yang erat dihubungkan dengan gambar dan dirancang untuk memberikan hiburan kepada para pembaca.

 komik

Contoh gambar komik

PERENCANAAN PEMBELAJARAN

A.    Pengertian

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa perencanaan adalah proses, cara, perbuatan merencanakan (merancangkan), sementara pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.

Dalam buku yang berjudul Perencanaan Pembelajaran karya Abdul Majid bahwa perencanaan pembelajaran dibangun dari dua kata, yaitu:

  1. Perencanaan, berarti menentukan apa yang akan dilakukan
  2. Pembelajaran, berarti proses yang diatur dengan langkah-langkah tertentu, agar pelaksanaannya mencapai hasil yang diharapkan.

Jadi perencanaan pembelajaran adalah rencana guru mengajar mata kuliah tertentu pada jenjang dan kelas tertentu, untuk topik tertentu, dan untuk satu pertemuan atau lebih.

 

B.     Komponen Perencanaan Pembelajaran

Menurut buku yang berjudul Strategi Belajar Mengajar karya Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain komponen perencanaan pembelajaran terdiri dari:

  1. Tujuan ( objective)

Tujuan adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai dari pelaksanaan suatu kegiatan. Tujuan dalam pembelajaran merupakan komponen yang dapat mempengaruhi komponen pengajaranlainnya seperti bahan pelajaran, kegiatan belajar mengajar, pemilihan metode, alat, sumber, dan alat evaluasi.

a. Bahan Pelajaran (material)

Bahan pelajaran adalah substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar. Karena itu guru yang akan mengajar pasti memiliki dan menguasai bahan pelajaran yang akan disampaikannya pada anak didik.

b. Metode (Method)

Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Metode-metode mengajar mencakup:

  • Metode proyek: yaitu cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dan berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.
  • Metode eksperimen: yaitu cara penyajian pelajaran di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.
  • Metode tugas dan resitasi: yaitu metode penyajian bahan di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar.
  • Metode diskusi: yaitu cara penyajian pelajaran di mana siswa dihadapkan kepada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama.
  • Metode sosiodrama: yaitu mendramatisasikan tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah sosial.
  • Metode demostrasi: cara penyajian bahan pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipalajari, baik sebenarnya atau tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan.
  • Metode problem solving: yaitu menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.
  • Metode karya wisata: yaitu mengajak siswa belajar keluar sekolah untuk meninjau tempat tertentu atau objek yang lain.
  • Metode tanya jawab: yaitu cara penyajian dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.
  • Metode latihan: yaitu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu.

Metode ceramah: yaitu cara penyajian pelajaran yang dilakukan guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung terhadap siswa.

c. Alat (media)

Alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran.

d. Evaluasi (evaluation)

Evaluasi adalah kegiatan mengumpulkan dan seluas-luasnya, sedalam-dalamnya, yang bersangkutan dengan kapabilitas siswa guna mengetahui sebuah sebab akibat dan hasil belajar siswa yang dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar. Misalnya tes tuls, lisan, praktek dan lain-lain.

 

C. Tujuan dan Fungsi Perencanaan Pembelajaran

Tujuan :

Menguasai sepenuhnya bahan dan materi ajar, metode dan penggunaan alat dan perlengkapan pembelajaran, menyampaikan kurikulum atas dasar bahasan dan mengelola alokasi waktu yang tersedia dan membelajarkan siswa sesuai yang diprogramkan (Sagala,2003).

Fungsi :

  • Memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pembelajaran yang dilakssiswaan untuk mencapai tujuan itu
  • Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pembelajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan.
  • Menambah keyakinan guru atas nilai-nilai pembelajaran yang diberikan dan prosedur yang dipergunakan.
  • Kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar Membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan siswa, minat-minat siswa, dan mendorong motivasi belajar
  • Mengurangi dengan adanya organisasi yang baik dan metoda yang tepat.
  • Membantu guru memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan- bahan yang up to date kepada siswa (Oemar Hamalik, 2001)

 

D.      Dasar Perlunya Perencanana Pembelajaran

Perlunya perencanana pembelajaran sebagiamana disebutkan diatas, dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran. Upaya perebaikan pembelajaran ini dilakukan dengan asumsi sebagai berikut:

1.   Untuk memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya desain pembelajaran.

2.   Untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan pendekatan sistem.

3.   Perencanaan desain pembelajaran diacukan pada bagaimana seseorang belajar.

4.   Untuk merencanakan suatu desain pembelajaran diacukan pada siswa secara perseorangan.

5.   Pembelajaran yang dilakukan akan bermuara pada ketercapaian tujuan pembelajaran, dalam hal ini akan ada tujuan langsung pembelajaran, dan tujuan pengiring dari pembelajaran.

6.   Sasaran akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah mudahnya siswa untuk belajar.

7.   Perencanaan pembelajaran harus melibatkan semua variabel pembelajaran.

8.   Inti dari desain pembelajaran yang dibuat adalah penetapan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Tiga prinsip yang perlu dipertimbangkan dalam uapya menetapkan metode pembelajaran:

1.    Tidak ada satu metode pembelajaran yang unggul untuk semua tujuan dalam semua kondisi.

2.    Metode pembelajaran yang berbeda memiliki pengaruh yang berbeda dan konsistensi pada hasil pembelajaran.

3.    Kondisi pembelajaran bisa memiliki pengaruh yang konsisten pada hasil pengajaran.

 

E.       Manfaat Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran memainkan peran penting dalam memandu guruuntuk melaksanakan tugas sebagai pendidik dalam melayani kebutuhan belajar siswanya. Perencanaan pembelajaran juga dimaksudkan sebagai langkah awal sebelum proses pembelajaran berlangsung.

Terdapat beberapa manfaat perencanaan pembelajaran dalam proses belajar mengajar yaitu:

1.  Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.

2.    Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan.

3.    Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid.

4.    Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja.

5.    Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.

6.    Untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat, dan biaya.

Sedangkan penerapan konsep dan prinsip pembelajaran berbasis kompetensi diharapkan bermanfaat untuk:

1.    Menghindari duplikasi dalam memberikan materi pelajaran.

Dengan menyajikan materi pelajaran yang benar-benar relevan dengan kompetensi yang ingin dicapai, dapat dihindari terjadinya duplikasi dan pemberian materi pelajaran yang terlalu banyak.

2.    Mengupayakan konsistensi kompetensi yang ingin dicapai mengajarkan suatu mata pelajaran. Dengan kom petensi yang telah ditentukan secara tertulis, siapapun yang mengajarkan mata pelajaran tertentu tidak akan bergeser atau menyimpang dari kompetensi dan materi yang telah ditentukan.

3.    Meningkatkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, kecepatan, dan kesempurnaan siswa.

4.    Membantu mempermudah pelaksanaan akreditasi. Pelaksa naan akreditasi akan lebih dipermudah dengan menggunakan tolok ukur standar kompetensi

5.    Memperbarui sistem evaluasi dan laporan hasil belajar siswa. Dalam pembelajaran berbasis kompetensi, keberhasilan siswa diukur dan dilaporkan berdasar pencapaian kompetensi atau subkompetensi tertentu, bukan didasarkan atas perbandingan dengan hasil belajar siswa yang lain.

6.    Memperjelas komunikasi dengan siswa tentang tugas, kegiatan, atau pengalaman belajar yang harus dilakukan, dan cara yang digunakan untuk menentukan keberhasilan belajarnya.

7.    Meningkatkan akuntabilitas publik. Kompetensi yang telah disusun, divalidasikan, dan dikomunikasikan kepada publik, sehingga dapat digunakan untuk mempertanggung-jawabkan kegiatan pembelajaran kepada publik.

8.    Memperbaiki sistem sertifikasi. Dengan perumusan kom petensi yang lebih spesifik dan terperinci, sekolah/madrasah dapat mengeluarkan sertifikat atau transkrip yang menyata kan jenis dan aspek kompetensi yang dicapai.

 

F.       Jenis-jenis Perencanaan

1.    Silabus

Merupakan seperangkat rencana dan pengaturan kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar. Silabus harus disusun secara sistematis dan berisikan komponen-komponen yang saling berkaitan untuk memenuhi target pencapaian Kompetensi Dasar.

2.    Standar Kompetensi

Merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam suatu bidang pengembangan.

3.    Kompetensi Dasar

Merupakan pernyataan yang diharapkan dapat diketahui, disikapi dan dilakukan peserta didik

4.    Hasil Belajar

Merupakan pernyataan kemampuan peserta didik yang diharapkan dalam menguasai sebagian atau seluruh kompetensi yang dimaksud.

5.    Indikator

Merupakan kompetensi dasar yang lebih spesifik dan operasional yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran.

6.    Perencanaan Semester

Merupakan program pembelajaran yang dipetakan berisi jaringan tema, bidang pengembangan, kompetensi dasar, hasil belajar, dan indikator yang ditata secara urut dan sistematis, alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap jaringan tema, dan sebarannya ke dalam semester 1 dan 2.

7.    Perencanaan Mingguan

Disusun dalam bentuk satuan kegiatan mingguan (SKM). SKM merupakan penjabaran dari perencanaan semester yang berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai indikator yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan keluasan pembahasan tema dan subtema.

8.    Perencanaan Harian

Disusun dalam bentuk satuan kegiatan harian (SKH). SKH merupakan penjabaran dari satuan kegiatan mingguan (SKM). SKH memuat kegiatan-kegiatan pembelajaran, baik yang dilaksanakan secara individual, kelompok, maupun klasikal dalam satu hari.

Sumber:

http://www.slideshare.net/ChionkPemimpin/perencanaan-pembelajaran-12521655

http://dodiiwandra.blogspot.com/2012/01/konsep-dasar-perencanaan-pembelajaran.html

PERBEDAAN METODE PEMBELAJARAN, MODEL PEMBELAJARAN, DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

 A.   Metode pembelajaran

 Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

 Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal (Sanjaya, 2008: 147). Metode dilakukan dengan Teknik dan taktik (penjabaran dari metode) (Sanjaya, 2008: 127). Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode (contoh bagaimana agar ceramah dapat efektif?diperhatikan situasi dan kondisinya, misalnya ceramah pada saat siang dengan siswa yang banyak dengan pagi dengan siswa yg sedkit tentu saja berbeda tehnik nya). Taktik adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu.

 

B.   Model pembelajaran

Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.

Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

 C.   Pendekatan pembelajaran

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

 Selain itu  pendekatan  pembelajaran  dapat diartikan sebagai suatu konsep atau prosedur yang digunakan dalam membahas suatu bahan pelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Soedjana, 1986: 4). Pendekatan  dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan terjadinya suatu proses yang sifatnya masih umum. OLeh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dapat bersumber atau tergantung dari pendekatan tertentu (Sanjaya, 2008: 127)

 

D.   Kesimpulan

Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

 Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

 Pendekatan pembelajaran  dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

 

 Daftar Pustaka

http://herdy07.wordpress.com/2012/03/17/apa-perbedaannya-model-metode-strategi-pendekatan-dan-teknik-pembelajaran/

http://nikenmath-education.blogspot.com/2011/09/perbedaan-metode-strategi-pendekatan.html

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/09/12/pendekatan-strategi-metode-teknik-dan-model-pembelajaran/